Saya berasal sebuah daerah yang bernama Pamekasan. Sebuah Kabupaten yang terletak di Pulau Madura. Sebuah daerah yang sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Ketika awal kuliah di Malang, seorang dosen pernah bertanya “Kamu berasal dari mana?”. “Pamekasan pak”, jawabku singkat. “Oh, banyak saudara kamu yang jadi tukang cukur disini”, dosenku menambahkan sambil tertawa. Saya tahu beliau hanya bercanda karena hampir semua teman kelas mendapat candaan yang hampir sama. Saya pun tidak ambil pusing dan tidak peduli orang mau bilang apa tentang Pamekasan karena saya selalu bangga menjadi orang Pamekasan.
Agak sedikit mengherankan ketika banyak orang meremehkan Pamekasan. Seolah-olah mereka tahu banyak hal tentang daerahku tercinta sehingga mereka bisa men-judge bahwa Pamekasan merupakan kota yang buruk. Tak kenal maka tak sayang. Sebenarnya mereka tidak banyak tahu tentang Pamekasan makanya mereka memandang sebelah mata. Ketika masih kelas 3 SMA, seorang guru yang berasal dari Malang pernah bilang “Orang Pamekasan itu baik banget rek, beda sama orang kebanyakan di Malang. Makanya saya paling tidak terima ketika saya pulang kampung dan ada orang yang mengecap buruk orang Pamekasan”. Salah satu bukti nyata bahwa orang Pamekasan tidak seburuk yang dikira.
Ada juga yang beranggapan bahwa orang Pamekasan sangat identik dengan kebodohan. Mungkin orang itu jarang baca koran atau nonton tv. Beberapa kali siswa asal Pamekasan mewakili Indonesia di olimpiade internasional dan meraih medali emas, kalau tidak salah olimpiade fisika. Hal inilah yang membuat Pamekasan diakui pemerintah sebagai Kabupaten Pendidikan.
Saya akui sarana pendidikan di Pamekasan kurang memadai, khususnya untuk level perguruan tinggi. Akan tetapi, dengan segala kekurangannya Pamekasan bisa berprestasi di level internasional dan diakui sebagai Kabupaten Pendidikan. Bagaimana kalau sarana pendidikan yang tersedia sangat memadai? Mungkin saja suatu saat Kabupaten Pamekasan bisa satu level dengan kota pendidikan seperti Surabaya dan Malang. Terus terang, itu cita-cita saya pribadi.
Pamekasan, I can’t stop loving you!!!