Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 Januari 2012

Susahnya Mengakui Kekurangan Diri Sendiri


Belakangan ini sering terdengar keluhan-keluhan dari teman-temanku. Entah tentang skripsi, tugas yang numpuk dan masih banyak lagi. Skripsi belum selesai, dosen yang disalahkan. Tugas numpuk, dosen lagi yang disalahkan. Katanya si dosen gak berperasaan, kejam, killer ato apalah (ceritanya bakal panjang kalau semua jurus komat-kamit mahasiswa buat dosennya aku sebutkan disini). Itu cerita klasik!!!
Belum lagi kalau mereka mengeluh sama Tuhan. Ada yang pasang status di facebook, “Ya Allah, aku sholat 5 waktu tiap hari. Kenapa skripsiku gak acc sampe sekarang???”. Setahuku sampe sekarang Tuhan belum comment atau like this  ke statusnya tuh orang. Ya jelas lah, Tuhan kan gak punya facebook!!! Salah tempat kalau mengeluh sama Tuhan lewat facebook.
Kenapa mereka tidak pernah berpikir, “Apa ada yang salah denganku???”. Atau mungkin secara gentle mereka bilang “Ini semua salahku. Aku belum layak buat lulus makanya skripsi belum acc”. Mungkin juga harusnya mereka bilang “Bukan karena tugasnya numpuk sampai tugas-tugasku gak selesai. Aku keseringan Facebook-an sih, maklum lagi M (Males) buat ngerjain tugas”. Nah lho, akhir-akhirnya aku juga kebawa-bawa kan!!! (Aku juga agak  maniak Facebook, tapi lebih tepatnya maniak internet)
Mungkin salah satu dari kalian mulai bertanya-tanya, “Maksudnya apaan tuh dari tadi kamu komat-kamit?? Judul tulisan ini kan Susahnya Mengakui Kekurangan Diri Sendiri”. Yap benar, “Susahnya Mengakui Kekurangan Diri Sendiri”. Kenapa kita tidak pernah berpikir kalau sebenarnya akar dari setiap permasalahan adalah diri kita sendiri. Sekali-kali sebelum kita menyalahkan orang lain, ada baiknya terlebih dahulu kita mengoreksi diri sendiri. Mungkin kita bisa melihat apa yang salah dan kurang dalam diri kita. Hidup itu simple, jangan dibuat ribet.

No copy, no paste. It’s my own opinion..!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar