Belakangan ini sering
terdengar keluhan-keluhan dari teman-temanku. Entah tentang skripsi, tugas yang
numpuk dan masih banyak lagi. Skripsi belum selesai, dosen yang disalahkan.
Tugas numpuk, dosen lagi yang disalahkan. Katanya si dosen gak berperasaan,
kejam, killer ato apalah (ceritanya
bakal panjang kalau semua jurus komat-kamit mahasiswa buat dosennya aku sebutkan
disini). Itu cerita klasik!!!
Belum lagi kalau mereka
mengeluh sama Tuhan. Ada yang pasang status di facebook, “Ya Allah, aku sholat
5 waktu tiap hari. Kenapa skripsiku gak acc sampe sekarang???”. Setahuku sampe
sekarang Tuhan belum comment atau like this ke statusnya tuh orang. Ya jelas lah, Tuhan
kan gak punya facebook!!! Salah tempat kalau mengeluh sama Tuhan lewat
facebook.
Kenapa mereka tidak
pernah berpikir, “Apa ada yang salah denganku???”. Atau mungkin secara gentle mereka bilang “Ini semua salahku.
Aku belum layak buat lulus makanya skripsi belum acc”. Mungkin juga harusnya
mereka bilang “Bukan karena tugasnya numpuk sampai tugas-tugasku gak selesai.
Aku keseringan Facebook-an sih, maklum lagi M (Males) buat ngerjain tugas”. Nah
lho, akhir-akhirnya aku juga kebawa-bawa kan!!! (Aku juga agak maniak Facebook, tapi lebih tepatnya maniak
internet)
Mungkin salah satu dari
kalian mulai bertanya-tanya, “Maksudnya apaan tuh dari tadi kamu komat-kamit??
Judul tulisan ini kan Susahnya Mengakui Kekurangan Diri Sendiri”. Yap benar, “Susahnya Mengakui Kekurangan Diri Sendiri”. Kenapa kita tidak pernah berpikir kalau sebenarnya akar
dari setiap permasalahan adalah diri kita sendiri. Sekali-kali sebelum kita
menyalahkan orang lain, ada baiknya terlebih dahulu kita mengoreksi diri
sendiri. Mungkin kita bisa melihat apa yang salah dan kurang dalam diri kita. Hidup itu simple, jangan
dibuat ribet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar