Total Tayangan Halaman

Selasa, 09 Oktober 2012

Umar bin Khattab


Saya mengibaratkan Umar bin Khattab sebagai fotocopy dari Nabi Muhammad. Akan tetapi, menurut saya Umar bin Khattab adalah sosok yang lebih “lengkap” dibandingkan Rasulullah. Jangan salah, lebih lengkap belum tentu lebih baik. Sungguh tidak ada satu orangpun yang akhlaknya lebih baik dari Nabi Muhammad. Kenapa saya bilang Umar bin Khattab lebih “lengkap” dari Nabi Muhammad? Umar itu termasuk orang yang emosinya sering kali meluap-luap tapi tentu hal itu dilakukan untuk alasan yang benar. Selain itu, Umar juga sering salah dalam ucapan atau perbuatan. Hal inilah yang membuat Umar terlihat lebih "lengkap" daripada Rasulullah. Beda dari Rasulullah yang insyaallah sudah pasti benar dan sangat lembut dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Akan tetapi, Umar bisa dibilang sebagai laki-laki yang gentle. Dia selalu mengakui kesalahannya baik dalam ucapan atau perbuatan.
Banyak sekali teladan yang bisa kita ambil dari kisah-kisah Umar bin Khattab. Dia selalu total membantu rasul untuk menyebarkan Islam. Pertama kali masuk islam, Umar sedikit “iri” ketika tahu kalau adiknya (Zaid) lebih mendahului dia dalam memeluk islam. Saat itu juga dia berjanji kalau dia akan melakukan apa saja agar bisa menjadi sosok yang lebih baik dari orang-orang yang lebih mendahuluinya dalam memeluk islam.
Ada hal yang sedikit lucu dalam proses Umar memeluk agama islam. Pada suatu hari, amarah Umar sudah meluap-luap karena Rasulullah tidak kunjung menghentikan dakwahnya untuk menyebarkan islam. Hal ini membuat Umar berniat untuk membunuh Rasul dengan pedangnya sendiri. Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan seorang sahabat yang kurang lebih berkata “Sebelum kamu membunuh Muhammad, lebih baik kamu mengurus adikmu yang telah memeluk islam (Fatimah bin Khattab)”. Betapa murkanya Umar mengetahui adiknya telah masuk islam, karena itu dia langsung menuju rumah adiknya untuk memastikan. 
           Amarah Umar bertambah ketika sampai didepan pintu rumah adiknya, dia mendengar kalau Fatimah dan suaminya (lupa namanya) sedang membaca  ayat suci Al-Quran di dalam rumahnya. Umar langsung menggedor pintu dan memukuli Fatimah dan suaminya. Fatimah tak henti-hentinya memaki Umar ketika dia sedang memukuli suaminya. Umar pun tertegun, mungkin berpikir bagaimana bisa adik yang begitu menyayanginya sekarang bisa berubah seperti itu. Tanpa sengaja Umar melihat secarik kertas yang di dalamnya terdapat ayat Al-Quran. Umar ingin mengambil kertas tersebut tetapi Fatimah melarangnya karena dia merasa orang seperti Umar tidak pantas membaca kalimat suci Al-Quran. Tapi kemudian Fatimah mengizinkan Umar membacanya. 
           Kalian tahu surah apa yang ada dalam secarik kertas itu? Surah ke 20 dalam Al-Quran yaitu surah Taha. Serius saya sendiri ingin menangis kalau membaca surah ini. Sedikit memberi kutipan isi surah ini “Ta ha. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi”. Jangan banyak-banyak, kalian baca sendiri surah ini (hehehe). Surah inilah yang memantapkan hati Umar untuk memeluk agama islam. Keren kan surahnya? Pantes hati Umar langsung luluh. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar