Saya mengibaratkan Umar
bin Khattab sebagai fotocopy dari Nabi Muhammad. Akan tetapi, menurut saya Umar
bin Khattab adalah sosok yang lebih “lengkap” dibandingkan Rasulullah. Jangan
salah, lebih lengkap belum tentu lebih baik. Sungguh tidak ada satu orangpun
yang akhlaknya lebih baik dari Nabi Muhammad. Kenapa saya bilang Umar bin
Khattab lebih “lengkap” dari Nabi Muhammad? Umar itu termasuk orang yang
emosinya sering kali meluap-luap tapi tentu hal itu dilakukan untuk alasan yang
benar. Selain itu, Umar juga sering salah dalam ucapan atau perbuatan. Hal inilah yang membuat Umar terlihat lebih "lengkap" daripada Rasulullah. Beda
dari Rasulullah yang insyaallah sudah pasti benar dan sangat lembut dalam setiap ucapan dan perbuatannya. Akan
tetapi, Umar bisa dibilang sebagai laki-laki yang gentle. Dia selalu mengakui kesalahannya baik dalam ucapan atau
perbuatan.
Banyak sekali teladan
yang bisa kita ambil dari kisah-kisah Umar bin Khattab. Dia selalu total
membantu rasul untuk menyebarkan Islam. Pertama kali masuk islam, Umar sedikit “iri”
ketika tahu kalau adiknya (Zaid) lebih mendahului dia dalam memeluk islam. Saat
itu juga dia berjanji kalau dia akan melakukan apa saja agar bisa menjadi sosok
yang lebih baik dari orang-orang yang lebih mendahuluinya dalam memeluk islam.
Ada hal yang sedikit
lucu dalam proses Umar memeluk agama islam. Pada suatu hari, amarah Umar sudah
meluap-luap karena Rasulullah tidak kunjung menghentikan dakwahnya untuk
menyebarkan islam. Hal ini membuat Umar berniat untuk membunuh Rasul dengan
pedangnya sendiri. Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan seorang sahabat yang
kurang lebih berkata “Sebelum kamu membunuh Muhammad, lebih baik kamu mengurus
adikmu yang telah memeluk islam (Fatimah bin Khattab)”. Betapa murkanya Umar
mengetahui adiknya telah masuk islam, karena itu dia langsung menuju rumah
adiknya untuk memastikan.
Amarah Umar bertambah
ketika sampai didepan pintu rumah adiknya, dia mendengar kalau Fatimah dan
suaminya (lupa namanya) sedang membaca
ayat suci Al-Quran di dalam rumahnya. Umar langsung menggedor pintu dan
memukuli Fatimah dan suaminya. Fatimah tak henti-hentinya memaki Umar ketika
dia sedang memukuli suaminya. Umar pun tertegun, mungkin berpikir bagaimana
bisa adik yang begitu menyayanginya sekarang bisa berubah seperti itu. Tanpa
sengaja Umar melihat secarik kertas yang di dalamnya terdapat ayat Al-Quran.
Umar ingin mengambil kertas tersebut tetapi Fatimah melarangnya karena dia
merasa orang seperti Umar tidak pantas membaca kalimat suci Al-Quran. Tapi kemudian Fatimah mengizinkan Umar membacanya.Kalian tahu surah apa yang ada dalam secarik kertas itu? Surah ke 20 dalam Al-Quran yaitu surah Taha. Serius saya sendiri ingin menangis kalau membaca surah ini. Sedikit memberi kutipan isi surah ini “Ta ha. Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah). Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi”. Jangan banyak-banyak, kalian baca sendiri surah ini (hehehe). Surah inilah yang memantapkan hati Umar untuk memeluk agama islam. Keren kan surahnya? Pantes hati Umar langsung luluh. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar